Motto: "Mencerdaskan, Memberkati, Menjangkau"

Kamis, 20 Februari 2014

7 B Penghambat Penuaan


7 B Penghambat Penuaan
Oleh Tony Tedjo, M.Th

Manusia secara alamiah akan mengalami proses penuaan, seiring dengan pertambahan usia mereka. Beberapa tanda seseorang yang mengalami penuaan, antara lain pikun, kulit menjadi keriput ddan kempot, pandangan mata mulai kabur, gigi-gigi yang mulai ompong, sifatnya cenderung menjadi kekanak-kanakan, merasakan kesepian, dan lainnya.
Dr Boenjamin Setiawan, pendiri PT Kalbe Farma Tbk, sebuah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia membagikan pengalamannya. Dr Boen tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 2,35 milyar atau Rp 22,3 triliun pada tahun 2011. Pria berusia 80 tahun ini memberikan resep khusus bagi para lansia (lanjut usia) agar tetap sehat dan memperlambat penuaan.
Ada 7 B yang bisa menghambat proses penuaan: Pertama, bekerja. ”Jangan bosen bekerja. Terus bekerja. Bekerja apa saja, yang penting bekerja”, tutur Dr Boenjamin. Pernyataan tersebut sesuai dengan firman Tuhan bahwa ”jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2Tes. 3:10b). Bekerja berarti mengembangkan ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki seseorang, selain itu agar terhindar dari kemiskinan. Kedua, belajar. Menurut Dr Boen, belajar sangat penting karena otaknya itu perlu dilatih. ”Kalau otak tak bekerja akan cepat mundurnya,” kata Dia. Belajar tidak mengenal batasan usia. Orang yang sepanjang hidupnya masih belajar, maka otaknya akan terus terasah, sehingga tidak cepat pikun. Justru mereka yang sudah tidak lagi belajar, otaknya akan tumpul dan mudah sekali lupa.
Ketiga, berolah raga. Olah raga sangat penting bagi tubuh. Tujuannya agar anggota tubuh tidak menjadi kaku. Selain itu, di usia tua bila tubuh tidak sering digerakkan akan mudah terserang penyakit. Dengan berolah raga teratur juga dapat menghindari kegemukan dan peningkatan kolestrol. Keempat, beristirahat. Istirahat yang cukup sangat membantu tubuh agar tetap segar dan maksimal. Apalagi di usia 50 tahun ke atas, diperlukan istirahat yang cukup. Pekerjaan yang dilakukan secara berlebihan tanpa istirahat, akan menimbulkan kelelahan dan membuat bagian tubuh tertentu menjadi sakit. Dianjurkan untuk melakukan tidur siang dan menghindari tidur lebih dari jam 10 malam. Sebab istirahat yang berlebihan pun akan membuat tubuh menjadi lemas.
Kelima, banyak maunya. Untuk terus maju harus banyak maunya. Maksudnya adalah memiliki kemauan yang baik seperti menanam buah-buahan atau beternak ayam. Dengan kesibukan seperti ini, maka akan mengurangi pikiran buruk dan lamunan yang tidak baik. Adanya kemauan yang baik tersebut akan menambah semangat dan gairah hidup. Keenam, bersyukur. Bersyukur sangat penting. Bersyukur berarti mengakui diri kita apa adanya sesuai dengan usia yang dimiliki. Beryukur atas kondisi tubuh yang tidak lagi sesehat waktu masih muda. Bersyukur bahwa hingga saat ini masih dipelihara dan ditolong Tuhan. Bersyukur buat kesehatan dan pikiran yang tidak pikun. Bersyukur buat keluarga yang tetap mengasihi kita.
Ketujuh, banyak berdoa. Banyak berdoa berarti menyadari bahwa diri kita ini memiliki keterbatasan dan senantiasa melibatkan Tuhan untuk campur tangan dalam kehidupan ini, sehingga tidak mudah putus asa ataupun menjadi bersungut-sungut. Berdoa dapat menghindari dari segala hal yang tidak baik. Banyak berdoa membuat kita bergantung sepenuhnya pada pertolongan Tuhan, sehingga hal-hal yang mustahil dapat menjadi mungkin karena campur tangan Tuhan.

Proses penuaan tidak dapat dihindari oleh semua orang, hanya saja dapat diperlambat. Memang, pada akhirnya semua orang secara alami akan mengalami penuaan dan kondisi fisik semakin lemah. Tetapi orang-orang yang hidupnya di dalam Tuhan akan senantiasa mendapatkan kekuatan baru. Meskipun secara fisik sudah lemah, tetapi secara rohani makin tetap berbuah. ”Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya” (Mzm. 92:15).

Tony Tedjo adalah penulis buku 50 Messages for Wisdom, menulis ribuan artikel diberbagai media, 15 buku, ketua School Of Writing (SOW), Ketua Asosiasi Penulis Rohani Indonesia (APRI).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar